Rabu, 26 Desember 2012


SIKLUS SEL


MITOSIS PADA TUMBUHAN





DI SUSUN OLEH        :

Fitra Romadhonsyah (12613015)
Ajeng Inggit Anindita (12613018)
Mayang Guna Subagiyo (12613020)
Pratiwi Andriani (12613021)
Innovia Aliyati Firdausi (12613022)
Zul Masri (12613023)
Mira Amaliasari Sitorus (12613024)
Pratomo Satrio Damarjati (12613027)


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2012 / 2013
 




I.     KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karuniaNya dapat kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini kami buat untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Biologi Sel, selain itu makalah ini juga bertujuan agar pembaca dapat mengetahui dan memahami secara jelas mengenai proses mitosis pada sel tumbuhan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya dorongan dan bimbingan dari beberapa pihak. Sehingga dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Hady Anshory T, S.si.,Apt selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Biologi Sel.
2.      Seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Demikian makalah ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi penyusun
khususnya dan pembaca pada umumnya, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan dalam kesempurnaan makalah ini.



Yogyakarta, 27 Desember 2012


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Sel sebagai unit terkecil kehidupan tentunya mengalami pertumbuhan sel. Pada sel yang sedang tumbuh selalu mengalami siklus sel, yang merupakan serangkaian proses yang berlangsung sejak sel itu terbebtuk hingga siap mulai membelah. Siklus sel sendiri meliputi pertambahan massa dan duplikasi bahan genetic yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan sel. Pada sel eukariotik pembelahan sel ada dua macam, yaitu mitosis dan meiosis.
Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan pada ke dua sel identik yang dihasilkan saat pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel dan akan menghasilkan dua sel anak yang identik, yang keduanya memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fase mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.
Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner.
Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis". Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah, membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah.
Mitosis memiliki beberapa ciri yaitu, pembelahan terjadi satu kali dan menghasilkan sel anak yang berjumlah dua sel (diploid) yang identik dengan induk. Mitosus ini terjadi pada sel tubuh (sel somatik) misalnya pada jaringan embrional antara lain ujung akar, ujung batang, dan lingkaran kambium. Mitosis melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase

B.       TUJUAN
1.      Kita dapat mengetahui tujuan melakukan mitosis
2.      Kita dapat mengetahui proses-proses yang terjadi pada fase mitosis
3.      Kita dapat mengetahui proses sitokinesis pada sel tumbuhan

C.      MANFAAT
Makalah ini disusun, diharapkan dapat memberikan informasi tentang bagaimana sel melakukan fase mitosis dan dapat memberikan informasi bagaimana sitokinesis terjadi pada sel tumbuhan secara mendetail.



BAB II
MITOSIS DAN SITOKINESIS

Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan pada ke dua sel identik yang dihasilkan saat pembelahan sel. Tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti pertumbuhan atau perbaikan sel yang rusak, proses penyembuhan luka, dan untuk mempertahankan kandungan DNA.
                 Ciri ciri dari mitosis yaitu : 
                 1. Pembelahan berlangsung satu kali
            2. Jumlah sel anak yang dihasilkan adalah dua sel anakan
            3. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom pada induknya, yaitu 2n (diploid)
            4. Sifat sel anak sama dengan sifat pada induknya
           5. Terjadi pada sel tubuh (sel somatik) misalnya pada jaringan embrional antara lain ujung akar, ujung batang, lingkaran kambium
         6. Tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti pertumbuhan atau perbaikan sel yang rusak
           7. Melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase.

Kegiatan yang terjadi dari satu pembelahan sel ke pembelahan berikutnya disebut siklus sel atau daur sel. Siklus sel mencakup dua fase yaitu interfase dan fase mitosis atau fase pembelahan.




a.    Interfase
Interfase terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap G1, S dan G2. Fase interfase terjadi sekitar 16jam-20 jam. Pada tahap G1 terjadi aktivitas biosintesa yang tinggi. Sel sedang aktif mensintesa ARN (transkripsi) dan protein (transisi) serta membentuk sitoplasma baru, yang nantinya merupakan bahan untuk membina sel anak. Peristiwa ini mendorong inti dan sitoplasma membesar. Interval fase G1 sangat bervariasi antara 6 jam hingga beberapa hari.
Tahap S yaitu merupakan tahap replikasi dan transkripsi DNA, Dengan demikian sel anak mengandung bahan genetis yang sama dengan sel induk. Tahap S ini membutuhkan waktu sekitar 8 jam.
Tahap G2 merupakan tahap persiapan diri sel untuk membelah. . Nukleus masih nyata dibungkus membran inti mengandung satu atau lebih nukleolus. Dua sentrosom muncul di luar inti, terbentuk selama awal interfase melalui proses replikasi dari sentrosom tunggal. Mikrotubul meluas dari sentrosom dalam susunan radial dinamakan aster. Kromosom telah menduplikasi (selama fase S) tetapi dalam keadaan ini tidak dapat dibedakan sendiri-sendiri, karena masih dalam bentuk serabut kromatin yang terkemas longgar. Pada periode ini semua bahan sitoplasma dan organel menjadi rangkap dua. Tahap G2 ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

            b.   Mitosis
Fase mitosis terdiri dari profase, prometafase, metaphase, anaphase dan telofase. Tahapan pembelahan inti ini masing-masing tidak sama waktunya. Fase mitosis atau fase pembelahan terdiri dari karyokinesis atau pembelahan nukleus dan sitokinesis atau pembelahan sitoplasma. Interval waktu fase mitosis ini kurang lebih 1 jam.



1.         Profase
Tahap ini merupakan fase pembelahan mitosis yang paling lama dan paling banyak memerlukan energi. Profase memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Peristiwa yang berlangsung selama profase adalah sebagai berikut:
·  Benang kromatin menjadi kromosom, lalu kromosom mengganda menjadi dua kromatid tetapi masih melekat dalam satu sentromer
·  Membran inti dan nukleolus lenyap
·  Sentrosom memisah menjadi dua sentriole, dan diantaranya terbentang benang spindel


2.         Metafase 
          Pada tahap ini kromosom terletak berjajar pada bidang ekuator. Bagian sentromer kromosom berikatan dengan kinetokor yang berhubungan dengan benang spindel. Pada fase ini kromosom tampak paling jelas terlihat sehingga jumlahnya mudah diidentifikasi. Metafase adalah tahap yang memerlukan energi terkecil dan waktu yang paling singkat. 

3.         Anafase 
        Saat anafase sentromer membelah, lalu benang spindel menarik kromosom menuju kutub sel yang berlawanan. Pergerakan kromosom tersebut dipengaruhi oleh enzim dynein.
4.         Telofase 
          Pada tahap ini terjadi peristiwa sebagai berikut: 
·  Kromosom berubah menjadi benang kromatin 
·  Membran inti dan nukleolus terbentuk kembali 
·  Terjadi sitokinesis (pembagian sitoplasma) sehingga dihasilkan dua sel yang identik dengan sel semula 

            c.        Sitokinesis Pada Tumbuhan
Sitokinesis umumnya tejadi setelah sel sedang membelah sudah memiliki dua inti sel pada kutub yang berbeda. Sitokinesis dilakukan untuk memisahkan sitoplasma dan membran sel agar terbentuk dua sel anak utuh.
Pada sel tumbuhan yang memiliki dinding sel kaku, tidak terjadi pelekukan membran sel. Oleh karena itu, setelah materi sel terbagi dua, pada bidang pembelahan terbentuk lempeng sel. Lempeng sel ini merupakan vesikula-vesikula dari badan Golgi yang bersatu dan memanjang pada bidang pembelahan. Dinding sel baru terbentuk pada lempeng sel tersebut. Dinding sel terus terbentuk hingga bersatu dengan membran dan dinding sel lama. Akhirnya, terbentuklah dua sel tumbuhan yang terpisah serta memiliki membran dan dinding sel sendiri.






BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan

1.       Tujuan melakukan mitosis
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 2 buah sel anak yang identik, yaitu sel-sel anak yang memiliki jumlah kromosom sebanyak yang dimiliki oleh sel induknya. Tujuan dari pembelahan mitosis pada mahkluk hidup bersel banyak adalah memperbesar ukuran tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan. Sedangkan pada mahkluk hidup bersel satu, mitosis bertujuan untuk memperbanyak jumlah sel dan mempertahankan dari kepunahan.
                                    
2.       Fase-fase pada proses mitosis
Profase
Proses terjadinya fase profase ditandai dengan hilangnya membran nucleus dan nuclolus diganti dengan mulai tampaknya pilinan-pilinan kromosom yang terlihat tebal.
Metafase
Ciri utama fase ini adalah kromosom bergerak ke tengah sel atau sering disebut bidang ekuatorial (plate metafase). terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini membentuk kutub-kutub pembelahan tempat sentromer mikrotubula bertumpu.
Anafase
Pada fase ini kromosom yang mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada masing-masing
kutub, sehingga telihat ada dua kumpulan kromosom.
Telofase
Telofase adalah fase finishing, dalam telofase ada dua tahap yaitu telofase awal dan telofase akhir. Pada telofase awal terlihat mulai ada sekat yang memisahkan antara sel-sel anak. Sedang pada telofase akhir terlihat sel-sel anak sudah benar-benar terpisah.
3.       Proses sitokinesis pada sel tumbuhan
Sitokinesis pada Tumbuhan berbeda dengan sitokinesis pada hewan. Pada saat telofase, sel tumbuhan menghasilkan vesikula yang dibentuk dari aparatus golgi, berpindah ke tengah-tengah sel dan kemudian bersatu menghasilkan pelat sel. Kemudian materi dinding sel yang dibawa dalam vesikula berkumpul pada pelat sel. Pelat sel akan membesar dan diikuti bergabungnya membran di sekeliling plasma sel, sehingga dihasilkan dua sel anak yang lengkap dengan membran sel masing-masing.


B.    Kata Penutup

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.


Yogyakarta, 27 Desember 2012




Penulis

C.    Daftar Pustaka


Anda bisa mendownload file power point presentasi kami di :



hadyherbs.wordpress.com


 


 


8 komentar:

  1. bagaimana apakah masih ada yang bingung dengan mekanisme dari mitosis pada tumbuhan?

    BalasHapus
  2. jadi perbedaan mitosis hewan dan tumbuhan terdapat pada fase apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. perbedaannya itu pada fase sitokinesis dan pada saat pembentukan benang spindel , dimana sel tumbuhan tidak mempunyai sentriol win ..

      Hapus
  3. Fit,penyebab gangguan pada mitosis itu apa aja ya?
    12613069

    BalasHapus
    Balasan
    1. beberapa gangguan seperti mutasi yang bisa disebabkan oleh radikal bebas yang menyebabkan beberapa efek. contohnya pada saat fase anafase sel manusia disaat kromosom yang berjejer di bidang ekuator akan di tarik untuk dibagi menjadi 2 kromatid,kromosom 21 nya gagal berpisah menyebabkan down syndrome. pada tumbuhan sendiri akibat gangguan-gangguan tersebut tidak terlalu terlihat ..

      Hapus
  4. 12613042
    Silus sel kan mencakup dua interfase dan fase mitosis, apa perbedaan antara interfase dan fase mitosis?
    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jelas sangat berbeda , pada fase interfase terjadi 3 tahap yaitu G1-S-G2 sedangkan di mitosis atau fase mitotik terjadi 4 tahap yaitu profase-metafase-anafase-telofase. dan proses yang terjadi di fase interfase dan fase mitosis juga berbeda . itu bisa dilihat didalam penjelasan makalah di atas.

      Hapus
  5. jelas sangat berbeda , pada fase interfase terjadi 3 tahap yaitu G1-S-G2 sedangkan di mitosis atau fase mitotik terjadi 4 tahap yaitu profase-metafase-anafase-telofase. dan proses yang terjadi di fase interfase dan fase mitosis juga berbeda . itu bisa dilihat didalam penjelasan makalah di atas.

    BalasHapus