Kupu Kupu Penghias Curug

Berawal dari keisengan
dan kesenangan berkendara, saya jadi ketagihan melipir kesana kemari dengan
kuda besi (setengah besi setengah plastik) saya, yang pada akhirnya memberikan
saya kepuasan tersendiri ketika berhasil sampai di satu tempat. Beberapa hari yang
lalu saya beserta satu orang teman yang mungkin memiliki kesenangan yang sama
memutuskan untuk mengisi hari libur dengan berkendara ke arah Barat kota
Yogyakarta, yak, ke arah Kulonprogo tepatnya, yang akhirnya membawa kami ke
satu tempat yang saya rasa bisa memberikan kesenangan setelah berminggu minggu
berkutat dengan bangku kuliah dan laboratorium. Curug Siluwok namanya. Curug
ini terletak di Desa Keweron, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Berangkat dari
Yogyakarta melewati jalan Godean menuju arah Barat, setelah berkendara kurang
lebih 30 menit atau sekitar 20KM, saya memutuskan untuk belok kanan di
perempatan "Nanggulan" dan menuju ke Utara, dengan modal kuda besi tua bermesin 110cc :D saya
jalani jalan berliku juga naik turun di daerah tersebut. Setelah beberapa menit
berkendara saya temukan kembali perempatan dengan lampu merah (traffic light)
yang belakangan saya ketahui dikenal dengan "Lampu Merah Dekso" saya belok kiri, dari perempatan Dekso ini perjalanan memang sedikit jauh dan juga kondisi
jalan yang naik turun serta banyak tikungan tajam mungkin akan sedikit
menyulitkan, tapi pembaca jangan khawatir, hamparan sawah dan bukit disepanjang
perjalanan akan membuat pembaca terlena hingga tidak terasa sudah dekat dengan
tujuan.
Jika sudah melewati
hamparan sawah yang luas maka kurangi kecepatan, dan jangan lengah sebab
sedikit lagi akan terlihat petunjuk arah "MTS DEKSO" juga ada
petunjuk arah "CURUG SIDOHARJO" disebelah kanan jalan dengan jalan
kecil menanjak, masuk ke jalan tersebut dan jangan kawatir jika pembaca
menggunakan kendaraan roda empat, jalan tersebut cukup untuk mobil, saya
sarankan gunakan kendaraan yang cukup kuat karena tanjakan akan semakin terjal
dan jalan sedikit sempit namun sudah diaspal.
Masuk dan ikuti saja
jalan hingga 3-4 KM sambil menikmati pemandangan dibawah bukit
sebelah kanan, namun tetap hati hati terhadap kendaraan dari arah berlawanan berhubung jalan agak sempit,
jangan khawatir akan salah jalan karena petunjuk jalan ke Curug tsb sudah cukup
baik, sekiranya merasa bingung jangan segan segan untuk bertanya pada warga
sekitar. Curug Siluwok terletak beberapa ratus meter dari tempat parkir,
kendaraan bisa dititipkan di rumah warga yang memang menjadi tempat perkir bagi
pengunjung dengan biaya hanya 2000 rupiah untuk roda dua dan 4000 rupiah untuk
roda empat.
Perjalanan menuju curug harus dilakukan dengan berjalan kaki
menyusuri dinding bukit dengan jurang di sebelah kanannya, tetap berhati hati
dan usahakan berhenti ketika berpapasan dengan pengunjung yang keluar dari
curug karena jalan menuju curug sedikit sempit, usahakan pula menggunakan
sepatu atau sandal yang layak agar tidak terpeleset. Ketika lelah maka
beristirahatlah, di sepanjang jalan menuju curug terdapat tempat duduk yang
memang disediakan warga sekitar untuk beristirahat bagi pengunjung yang mungkin
kelelahan atau hanya sekedar ingin bersantai santai sebelum sampai ke Curug
Siluwok. Setelah berjalan sekitar 15-20 menit dari tempat parkir para
pengunjung akan disambut oleh suara gemuruh air. Setelah bertemu dengan sebuah bongkahan batu besar pengunjung akan melihat banner bertuliskan "AIR TERJUN
SILUWOK KEWERON" yang artinya tujuan sudah berada di depan mata.

Dari bawah banner ini
sudah terlihat kucuran air dari ketinggian sekitar 40 meter, dengan suara
gemuruh khas yang sangat menggoda. O iya sampai lupa, saya sarankan jangan lupa
untuk membawa air minum karena perjalanan menyusuri bukit menuju curug cukup
membuat haus, namun jangan khawatir ketika terlupa karena tepat di depan Curug
Siluwok terdapat warung sederhana yang menyediakan minuman dan berbagai makanan
kecil seperti Mie Instan juga berbagai snack dan makanan ringan.
Setelah cukup lelah berjalan kaki menyusuri bukit yang menanjak dan menurun serta licin, para pengunjung akan disambut oleh ratusan kupu-kupu juga capung yang beterbangan seakan bergembira atas kedanganan para pengunjung, selain itu mata juga akan dimanjakan dengan suguhan pemandangan air terjun dengan ketinggian sekitar 30-40 meter (menurut perkiraan saya) yang tentu saja akan mengobat rasa lelah setelah berjalan kaki barusan. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar berfoto ria dipersilahkan sepuasnya dengan biaya 0 (nol) Rupiah alias gratis.
Jangan kecewa dulu, jika tidak puas hanya dengan berkunjung ke Curug Siluwok pembaca masih bisa berkunjung ke Curug Sidoharjo yang terletak tidak jauh dari Curug Siluwok, tidak jauh dari desa Sidoharjo juga terdapat tempat olahraga panjat tebing, intinya jangan segan untuk bertanya kepada warga sekitar, tentunya dengan baik dan sopan.
Sekedar saran, jika
hendak berkunjung ke Curug Siluwok, maka pilihlah hari yang tepat dengan
memperkirakan cuaca dan peluang hujan, jika terjadi hujan atau berangkat
setelah hujan maka perjalanan akan sedikit lebih sulit sebab jalan menuju curug
akan menjadi licin dan sedikit berbahaya, selain itu air di curug akan menjadi
deras dan juga coklat, sangat tidak cocok untuk pengunjung yang berniat untuk
berenang.
Sekian dulu postingan
kali ini, berhubung ini adalah tulisan pertama saya jadi mohon maaf jika terdapat
kesalahan disana sini, kritik dan masukan sangat saya harapkan demi kebaikan di
masa mendatang.
Instagram : @zulmasri1
Facebook : Zul Masri

